[FF] I THINK MY LOVE IS YOU

nayunita - i think my love is you

Tittle : I Think My Love Is You

Author : Seo Na Hyun (@hyunita801)

Genre : Romance, Friendship, Fluff

Lenght : Oneshoot

Rating : PG-13

Cast :

• Super Junior Choi Siwon as Choi Siwon a.k.a Andrew Choi
• SNSD Im Yoon Ah as Im YoonA
• SNSD Hwang Mi Young as Tiffany Hwang
• F(X) Jung Soo Jung as Im Soo Jung
• EXO-K Kim Jong In as Kim Jong In

Mian yang udah baca di postingan sebelumnya, postingan yang lalu saya hapus karena ada problem di kolom komentarnya, makanya saya post ulang

*Happy Reading aja*

Seorang Yeoja berdiri tegak di depan sebuah cermin. Tampak wajah cantiknya menghiasi pantulan dirinya. Dengan mengenakan dress berwarna putih dengan hiasan renda,bunga, pita yang ada pada gaun itu, ditambah lagi dengan tubuhnya yang ramping membuatnya semakin mempesona. Hari yang sekian lama ia rencanakan akhirnya datang juga. Yah, hari ini ia akan menjadi bak seorang ratu. Seulas senyum jelas terpancar di wajahnya. Dibalik senyumannya ia membayangkan bagaimana hari-hari yang ia lalui hingga akan berakhir seperti ini. Kejadian yang bermula saat 5 tahun yang lalu tak akan pernah ia lupakan.

********

Flashback

Hari itu jalanan kota seoul sangat macet total karena terjadi kecelakaan di perempatan jalan. Ditambah lagi dengan suara klakson yang saling bersahutan karena tidak sabar ingin sampai ketempat tujuannya masing-masing. Berbeda dengan Siwon, namja tinggi dan berparas tampan ini dengan cepat kilat memutar setirnya mencari jalan pintas agar tak terjebak di kemacetan.

Diseberang jalan terlihat seorang yeoja yang sedang santainya menaiki sepeda menikmati keindahan alam di sekelilingnya, YoonA namanya, yeoja bertubuh kurus, berparas cantik walaupun tanpa memakai make up, dengan rambut yang dikepang kesamping ini sepertinya sedang asik mendengarkan lagu favoritnya dengan headphone ditelinganya karena jelas terlihat yoona senyum-senyum sendirian, mengangguk-anggukan kepalanya sesekali terlihat mulutnya komat kamit menirukan lagu yang didengarnya. Datanglah mobil mewah yang berwarna biru yang membuyarkan ketenangan hatinya.

Tttiitttt…. Ttiiiitttt

berulang kali orang didalam mobil itu membunyikan klakson mobilnya dan berusaha menyalip sepeda didepannya.

“Ommo,,,omo…omo… Yaaaaaak” pekik yeoja itu yang jatuh dari sepedanya karena bersenggolan dengan mobil dari belakangnya. Sejenak, yoona kaget dan mengeluarkan sumpah serapahnya pada orang yang mengemudikan mobil mewah yang menabraknya sesekali menggerutu pada lengannya yang sedikit tergores “eohh,, appeoo”.

Mobil itupun akhirnya berhenti setelah melihat dari kaca spionnya ada yeoja yang terjatuh karenanya dan pengemudinya keluar untuk melihatnya.

“Chosonghaeyo,,, neo gwenchana??” tanya siwon dengan mengulurkan tangannya pada yoona.

“yaaakk,, apa kau tidak lihat aku terluka hah?”, maki yoona sambil memperlihatkan lengannya yang terluka.

“Chosonghaeyo,,, aku sedang terburu-buru lagipula aku sudah memencet klakson berkali-kali namun sepertinya kau tak mendengarnya atau kau sengaja tak menghiraukannya?”, timpal siwon

“beraninya kau….”, belum sempat yoona berbicara siwon langsung menarik tangan yoona seraya membuatnya berdiri.

“sepertinya kau baik-baik saja, hanya sedikit tergores di lengan dan lututmu saja, jangan berlebihan, Mian aku sedang buru-buru diseberang jalan ini ada apotek, kau bisa membeli antiseptik disana. Sekali lagi Chosonghamnida agasshi”, kata siwon yang langsung mengeluarkan uang 100.000 won dari dompetnya dan menyelipkannya ke tangan yoona kemudian pergi meninggalkan yoona.

“yaak,, kau pikir semuanya bisa diselesaikan dengan uang apa??? Ya……” teriaknya pada siwon namun siwon tak menghiraukannya dan segera pergi dengan mobilnya.

**

Sesampainya di depan rumahnya, yoona melihat mobil yang tak asing baginya sedang terparkir di sebelah rumahnya. Mobil yang menabraknya tadi?? Batinnya. Namun yoona tak mempedulikannya dan langsung masuk kerumahnya.

“aku pulang”, sapanya pada penghuni rumahnya.

“wasseo?”, jawab seorang namja yang duduk di ruang tamu dan sedang asyik memainkan handphonenya. Namanya Kim Jong In, dia adalah namjachingu dari Soo jung adik yoona satu-satunya. Jong In selalu datang kerumah yoona entah pagi hari menjemput soo jung untuk ke sekolah bareng, mengantar soo jung pulang, malam hari mengajak soo jung kencan dengan alasan belajar bareng. (udah kayak pacaran dengan sopir aja deh)

“eoh,, “, jawab yoona datar lalu duduk di sofa di sebelah Jong in.

“nuna wae geurae?? apa yang terjadi pada siku dan lututmu?”.

“aniya, gwenchana?? Yaa, Jong in-ah…sepertinya kau mulai perhatian… Kuperingatkan Jangan terlalu memikirkanku apalagi perhatian padaku, nanti kau bisa menyukaiku”, canda yoona dengan senyum mautnya.

“Aiiissshh,,, tenang saja, aku tidak suka dengan nuna nuna, lagipula soo jung jauh lebih cantik daripada nuna”, balas jong in yang tak mau kalah dari yoona, membuat yoona tersenyum.

“Chagiya,, gajja kita pergi… Eonni Galke..”, tiba -tiba soo jung datang dan langsung menarik tangan kekasihnya itu.

“eoh,, belajar yang benar ya….”.

“Oke… Bye..”, jawab soo jung dengan melambai-lambaikan tangannya.

“Ngomong-ngomong, siapa namja tadi ya? Bahkan mobilnya terparkir disebelah. Apakah dia tetangga baru, awas saja kau ya”, batin yoona

**

keesokan harinya tak disengaja saat yoona keluar dari rumahnya untuk bersepeda, yoona bertemu dengan siwon tepat didepan rumahnya dengan senyuman yang membuat hati yeoja-yeoja yang melihatnya menjadi leleh, ditambah lagi lesung pipi yang dimiliki namja ini semakin membuatnya berkharisma.

Siwon melambaikan tangannya “Annyeong,,kita ketemu lagi kan? Kemarin aku melihatmu masuk kerumah itu,, ternyata benar perkiraanku kalau kau tinggal disitu, bagaimana dengan lukamu?? Apa kau baik-baik saja? Aku sungguh minta maaf soal kemarin, jeongmal!”.

Namun yoona berlalu begitu saja tanpa melirik ke arah siwon yang membuat siwon mengejar yeoja ini dan mengayuh sepedanya mengejar yoona, Mereka bersepeda bersama-sama.

“Yaaa,,, apa kau masih marah padaku??”, tanya siwon namun yoona masih tak menghiraukan namja yang bersepeda tepat disebelah yoona ini.

“Bukankah kita tetangga?? Seharusnya bisa bersikap lebih baik, bukankah begitu?”

Yoona akhirnya menghentikan sepedanya dan duduk bersantai di bawah pohon di sebuah taman di ikuti siwon yang duduk disamping yeoja yang dari tadi tak mengeluarkan suara ini.

“nan siwon imnida.. choi siwon, ireumi mwoeyo? Bangawoyo”, tanya siwon yang tak henti-hentinya mencoba berbicara dengan yoona.

“apa kau tuli ha? Atau apa kau tidak bisa bicara?? Kulihat waktu itu kau masih teriak-teriak memakiku yang menabrakmu. Haa… Apa efek kecelakaan kemarin membuatmu jadi separah ini, aissshh harusnya waktu itu aku membawamu kerumah sakit saja, aku menyesal sekali”, ledek siwon sengaja memancing reaksi dari yeoja ini dan benar saja dengan sekejap yoona menoleh ke arah siwon dan menatapnya tajam.

“mwo???”

“hehehe akhirnya kau bicara juga??”, siwon senang karena triknya berhasil membuat yoona membuka mulutnya.

“Geokjeongma,,, nan gwenchaneyo, seperti yang kau lihat”, Yoona teringat kata-katanya kemarin yang menyebut awas kalau ketemu namja ini lagi namun mengurungkan niatnya setelah melihat sikap namja ini yang sepertinya tidak seburuk yang ia pikirkan.

“Geurae,,, baguslah,, ireumi mwoeyo?”

“Yoona, Im Yoon Ah…. Na do Mianhae, soal kecelakaan kemarin”.

“Hmmmm”, siwon mengangguk-anggukan kepalanya. “Chingu??”, siwon menjabat tangan yoona seraya meminta maaf sekaligus persetujuan kalau mereka berteman Namun yoona menepisnya lalu bangkit dari duduknya dan mendekati penjual ice cream untuk membelinya, tapi tak berapa lama kemudian yoona kembali menemui siwon yang masih duduk melihatnya.

“pinjamkan aku uang?? aku lupa membawa dompetku dan aku harus membayar ahjussi penjual ice cream itu”, kata yoona mengadahkan tangan kananya seraya meminta uang pada siwon sedangkan tangan kirinya membawa ice cream.

Siwon tersenyum “gwenchana, biar aku yang membayarkannya untukmu”, lalu siwon berjalan ke arah penjual ice cream itu dan membayar sejumlah uang padanya kemudian kembali menemui yoona Namun yoona sudah buru-buru mengayuh sepedanya meninggalkan siwon.

“Yaaaa…. Gomawo…. Aku anggap ini sebagai pertemanan kita”, yoona menoleh ke arah siwon sambil terus mengayuh laju sepedanya. Siwon yang melihatnya hanya senyum-senyum melihat kelakuan yeoja yang baru dikenalnya.

Sejak saat itu keduanya mulai akrab. Ke akraban mereka seringkali diartikan berbeda orang-orang disekitarnya yang mengira mereka berpacaran terutama adiknya soo jung yang sangat mendukung eonninya ini berpacaran dengan Siwon. Begitupula dengan Ny. Choi (Siwon Emma) dan Ny. Im (Yoona Eomma) yang notabene bertetangga sama-sama memberi lampu hijau buat siwon dan yoona. Tapi tetap saja keduanya memberikan semua keputusan kepada mereka yang menjalankannya.

Siwon memang menyayangi yoona. Sangat sayang. Tapi sayangnya siwon tak lebih dari perasaan sayang seorang oppa kepada dongsaengnya karena siwon sendiri tidak punya dongsaeng.

Sementara yoona ternyata mempunyai perasaan lain kepada siwon lebih dari sekedar oppa. Setelah tau kalau siwon hanya menganggapnya sebagai dongsaeng, yoona selalu memendam rasa sukanya pada siwon yang membuat yoona jadi yakin kalau siwon sudah mempunyai yeojachingu yang pasti jauh lebih cantik darinya, makanya ia melakukan itu pada dirinya.

Di sisi lain Siwon sendiri adalah namja yang terobsesi dengan semua yang berbau western, sampai pernah bilang ke yoona kalau dia ingin punya yeojachingu keturunan western. Hal inilah yang semakin menguatkan argumen yoona kalo siwon sudah punya yeojachingu ditambah lagi malam ini siwon mengajak yoona untuk makan malam diluar sekalian siwon ingin mengenalkan seseorang yang dekat dengannya.

“Dia pasti seorang yeoja yang jauh lebih cantik dariku, haruskah aku datang?? Tapi aku juga penasaran siapa orang yang akan dikenalkan oppa padaku”, batin yoona sambil menatap dirinya ke cermin di meja riasnya tapi akhirnya yoona memutuskan untuk datang di tempat yang dijanjikan.

Ditempat lain siwon sudah bersiap untuk bertemu dengan orang yang selama ini ia rindukan, namanya Hwang Mi Young atau nama amerikanya Tiffany Hwang, yeoja blesteran Korea Amerika ini berparas cantik, elegan, kulitnya putih mulus, ditambah dengan eyes smile yang ia miliki semakin menambah nilai plus bagi namja-namja yang melihatnya.

Malam ini siwon ingin menjelaskan semuanya pada yoona, sesuatu yang selama ini disembunyikan dari yoona soal tiffany, yeoja yang dipacarinya beberapa bulan yang lalu, yeoja yang dikenalnya lewat media sosial chatting, soal hubungan jarak jauhnya bersama tiffany. Siwon tidak sabar menunggu pertemuan ini. Dua yeoja cantik yang sama-sama ia sangat sayangi akan berada di tempat yang sama. Siwon tersenyum berfikir kalau setelah malam ini tidak ada hal yang dirahasiakan lagi antara mereka.

**

Ding Dong Kafe di Hongdae Tepat jam 7 malam seorang yeoja dengan rambut lurus terurai panjang menyapu sandaran kursi yang di dudukinya sambil menikmati alunan musik yang ada di kafe itu. Kebahagian muncul di wajah cantiknya dibalik rasa sedih yang dirasakannya sejak ia menginjakkan kakinya di Seoul beberapa jam yang lalu. Tiffany senang bisa bertemu dengan pujaan hatinya, namun disamping itu tersimpan rasa sedih dihatinya karena setelah malam ini semuanya akan berubah, batinnya.

Tiba-tiba terdengar suara derap langkah dari belakang tiffany. Ia menoleh dan mendapati Siwon berdiri dengan senyum yang mampu meluluhkan hatinya.

“Oraemaniyo,,, Andrew Choi,, my honey??”, rangkul tiffany lebih erat daripada waktu berpisah tiap kali tiffany pergi ke Amerika. Rasanya berat sekali buat fany melepaskan pelukan itu, pelukan yang selama ini ia rindukan. Maklum saja sejak mereka resmi berpacaran mereka jarang untuk bertemu satu sama lain, sesekali fany pulang ke korea itupun tak lebih dari tiga hari.

“I miss you so much”, siwon mencium punggung tangan fany dan menatapnya penuh kerinduan.

Yoona hanya bisa mematung melihat betapa romantisnya pasangan yang ada di depannya. Sejenak ia merasa tidak pantas berada diantara mereka. Perasaan jealous lambat laun merambat ke hatinya. Dadanya terasa sesak, menahan air mata yang hendak menetes dari kelopak matanya. Tapi akhirnya yoona memberanikan diri untuk berdehem

“ehhemm,,eehhemm”.

“Oh iya, kenalkan, ini Yoona, nae chingu yang sering aku ceritakan. Dan ini Tiffany, orang yang pernah aku ceritakan juga padamu”. Ujarnya dengan senyum bahagia yang terukir di bibirnya.

“Tiffany”, Fany menjabat tangan yoona

“Yoona”, balasnya datar

Mereka lalu duduk ditempat yang saling berhadapan. Mencoba saling menerka satu sama lain sejauh mana hubungan mereka masing-masing dengan satu-satunya namja yang duduk diantara mereka walau hanya sekedar lewat pandangan mata.

“Mwo?? Andrew Choi???”, yoona membuka percakapan untuk memecah kebisuan diantara mereka.

“Ne, aku tau nama koreanya Choi Siwon, aku juga dari korea, Nama koreaku Hwang Mi Young, tapi aku lebih suka memanggil oppa dengan nama amerikanya Andrew Choi, bukankah begitu oppa??”, jawab Fany

“ne, geuraeyo,,”, Siwon mengangguk-anggukan kepalanya menyetujui ucapan fany

Tidak lama kemudian seorang waitres datang dan memberikan daftar menu untuk dipesan. Sementara menunggu pesanan makanannya datang, Siwon dan fany asik mengobrol yang membuat yoona semakin jealous meskipun sesekali siwon menceritakan soal yoona kepada fany.

Sambil menikmati makanan yang dipesan, tiffany tak henti-hentinya menatap yoona.
“yeoja ini cantik juga, pantas saja Andrew antusias sekali setiap kali menceritakan soal yoona padaku, ini akan mempermudah untuk menceritakan pada Andrew soal rencanaku, semoga yoona bisa menjadi pelipur hatinya setelah ini”, batin fany

Siwon melirik yoona sambil tersenyum. Ada seberkas kebahagiaan terpancar di bola matanya. Tapi yoona merasakan hal itu seperti jarum yang menusuk ulu hatinya. sangat perih. Apakah yoona harus bahagia melihat siwon oppanya bersama fany atau haruskah marah karena oppanya sudah ada yang memiliki, dugaannya selama ini benar-benar terbukti sudah.

Yoona tidak kuat lagi melihat mereka berdua, menahan sakit, dan air mata yang membendung di kelopak matanya. Ia mencari akal untuk pergi meninggalkan tempat yang dirasakan sangat tidak nyaman itu.

“eoh,, Soo Jung-ah?? Im Soo Jung?? Kau disini??”, sapa yoona yang melihat soo jung berada ditempat yang sama dengannya, ini kesempatan yoona untuk pergi meninggalkan pasangan ini.

“oh,, eonni??? Siwon oppa?? Kaliannn….” kata soo jung menunjuk mereka bertiga. Sepertinya soo jung juga merasakan aura cinta segitiga yang ada didepannya. Belum sempat soo jung melanjutkan kata-katanya yoona memotongnya

“kebetulan kau disini soo jung-ah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu”

“mwoya???”

“Mianhaeyo,, na galkkeyo,, nikmati saja kebersamaan kalian berdua,,, Annyeong… Gajja”, yoona menarik lengan adiknya dan mengajaknya keluar tanpa disadari bening krystal dimatanya jatuh membasahi pipinya yang merona tanpa sepengetahuan siwon.

“eonni,,, wae geurae?? Ureoyo?? Baru kali ini kulihat eonni menangis sejak appa pergi?? Waee?? Apa ini semua karena siwon oppa?? Oppa yang membuat eonni jadi seperti ini?? apa karena yeoja yang duduk disampingnya tadi?? Kurasa aku harus memberinya pelajaran”. Soo jung mengepalkan tinjunya dan hendak masuk ke dalam kafe karena ingin menemui siwon

“ani..” dengan cepat yoona menarik tangan soo jung seakan menahannya untuk menemui siwon dan fany didalam,

“Eonni, gwenchanayo??”

“Gwenchana” yoona menyeka air matanya… “Neo… Sedang apa kau disini? Apa eomma tau kau kesini?”, kemudian mencoba tersenyum dan mengalihkan pembicaraan sekaligus kesedihannya.

“hehehe… Hmm,, na…na… Aku akan mengerjakan tugas sekolah bersama jong in disini”, kata soo jung sambil menggaruk-garuk kepalanya mencari alasan yang tepat pada eonninya.

“tugas?? Belajar?? Hooh.. Gotjimal.. Bilang saja kau mau kencan dengan jong in. Geuraetji??”.

“hehhehehe…”.

Tiba-tiba handphone soo jung berdering tanda ada panggilan masuk tepatnya dari jong in kekasihnya.

“yeobseyo, jong in-ah…. Nde???….. Waeyo???….. Aaaaa gwenchaneyo….. ndee….”,Soo jung mengakhiri percakapannya dengan jong in dengan muka cemberutnya.

“waeyo?”, tanya eonninya

“jong in membatalkan janji kita,, dia bilang dia tidak bisa datang karena ada urusan”.

“ya… Kau harus hati-hati… Bisa saja dia ada urusan dengan yeoja lain dibelakangmu”,

“ya… Eonni…. Jong in bukan namja seperti itu ya?? dia tidak seperti siwon opaa didalam sana bersama yeoja lain,,huh”, soo jung kesal dan pergi meninggalkan yoona.

“geurae,, kau benar.. Kau beruntung punya jong in yang setia bersamamu, tidak seperti aku”, batin yoona yang merasakan kekecewaannya kepada siwon dan segera mengejar soo jung.

Sementara itu, di Ding Dong kafe,, siwon dan fany saling melepas kerinduan mereka.

“ada yang ingin aku sampaikan mengenai kedatanganku ke korea”. Tiffany mengeluarkan Sebuah amplop dan memberikannya kepada siwon.

“ige mwoeyo?”, tanya siwon, sesaat setelah ia menerima amplop itu dari tiffany. Matanya yang sedari tadi lekat menatap kecantikan wajah tiffany, kali ini tampak diselimuti tanda tanya yang cukup besar.

“buka saja”. Tiffany menatap wajah siwon dengan raut cemas. Setitik air menggenang di kelopak matanya. Tiffany berusaha menahan agar kedip tidak menumpahkan air mata dan akan membuat siwon semakin bertanya-tanya.

“daebakkk,,, congratulation… kau benar-benar jenius”, siwon memeluk tiffany. Terpancar kebahagiaan dimatanya.

“apa oppa tidak tahu apa artinya ini?”, tanya fany. seketika siwon terdiam.

“aku dapat beasiswa S2 di Amerika dan aku juga terikat kontrak kerja dengan perusahaan fashion international di sana”.

“Geundae?”, siwon masih belum paham betul dengan apa yang dikatakan fany, pikirannya masih dijejali kegembiraan mengetahui kekasihnya mendapatkan beasiswa S2 di sebuah universitas fashion bergengsi di luar negeri.

“Nan…. Aku tidak mau kita pacaran jarak jauh lagi. Berat bagiku. terlebih lagi kita bakal jarang ketemu juga. Selama beberapa bulan ini saja kita hanya bertemu tiga kali ini kan?? Aku juga ingin fokus pada kuliahku disana, Miann”, kata fany dengan menggenggam erat tangan siwon.

“aku tidak mau oppa menungguku terus-terusan, berbahagialah dengan yang lain. Aku akan bahagia jika melihat oppa bahagia meskipun tak bersamaku, eoh?”, tambah fany lagi

“geurasseo,, inikah alasanmu datang kekorea?? Bukan karena merindukanku?? Justru ingin mengakhiri semuanya?”.

Tiba-tiba fany mengecup bibir siwon untuk yang terakhir kalinya ~chu “Mianhae,,” dan rinai beningpun bercucuran dipipi tiffany. Siwon pun memeluk tiffany erat, mendekapnya seakan tidak ingin melepaskan pelukan terakhirnya.

“lusa aku akan pergi ke Amerika, jagalah dirimu baik-baik. Berbahagialah bersama yeoja itu, sangat jelas dimatanya sebuah ketulusan”. Kata fany yang kemudian melepaskan pelukan siwon dan kemudian pergi meninggalkan namja yang kini menjadi kenangan indah baginya itu. Siwon menarik napas berat. Mencoba menahan kekecewaan sekaligus kesedihannya.

**

Keesokan paginya, Siwon sengaja menunggu yoona keluar dari rumahnya, tak lupa dengan sepedanya, siwon tau betul hobi yoona yang menyukai bersepeda di pagi hari seperti ini. Tak berapa lama kemudian, yoona keluar dari rumahnya namun kali ini yoona sedang tak ingin bersepeda melainkan jalan kaki. Mengetahui hal itu, dengan cepat siwon membanting sepedanya dan lari mengejar yoona.

“Yoongg”, panggil siwon namun yoona tak menghiraukan rengekan namja ini dan tetap bersikap seolah ia tak mendengar panggilannya.

“Yoong,,, akhirnya kau keluar juga,, tak taukah kau aku menunggumu dari tadi di depan rumah sejak pagi buta?? Kenapa kau tak menjawab telpon dariku?”,tanya siwon

Yoona hanya melirik sinis kepada siwon, mengingat kejadian semalam hatinya masih sakit. Sedangkan siwon pasti bahagia,,buat apa lagi siwon menghubunginya lagi. Batin yoona dan tetap saja tak menghiraukan siwon.

“yoong, wae geurae?? Kau tak menjawab pertanyaanku, apa Kau marah padaku? “, tanya siwon lagi.

Yoona menghentikan langkahnya, menatap siwon “Aku tak pernah menyuruh oppa menungguku pagi-pagi buta didepan rumah, aku juga sedang sibuk sampai aku tak punya waktu untuk menjawab telpon dari oppa, lagipula bukankah oppa sudah punya yeoja itu,,,siapa?? Tiffany yang cantik juga blesteran luar negeri,bukankah itu yang oppa mau selama ini, obsesi oppa mempunyai yeoja blesteran?? Eoh?? Jadi buat apa sekarang oppa mencariku lagi?”, kata yoona ketus

“kau marah padaku karena aku tak jujur padamu soal tiffany dari awal ya? Mianhaeyo”.

“Sudah puaskah oppa membuatku sakit seperti ini?? Kenapa oppa tak bisa mengerti aku”, terlihat sekali air mata itu menggenang dan nyaris tumpah membasahi pipinya.

“yoong”.

“Tak bisakah oppa melihatku??”, yoona menatap lekat-lekat wajah namja yang dicintainya selama ini.

“neo….”, siwon memegangi bahu yoona dan menatapnya lekat.

“ne,, geurae… Nan…. Oppa joahanikka!!!!”, yoona tak bisa lagi membendung perasaannya. Yoona menepis tangan siwon dibahunya dan pergi meninggalkan siwon yang mematung disana.

“yoong… Joahanikka???”, Siwon jadi serba salah. Apa yang akan ia lakukan setelah tahu semua ini. Hatinya berkecamuk, antara merasa bersalah pada yoona dan obsesinya.

Sejak itu, yoona tak pernah menampakkan batang hidungnya, ia seakan menghilang dan menghindar dari siwon. Saat ini yang ia butuhkan adalah yoona, sedangkan yoona tak tau pergi kemana, nomornya pun tak pernah mau mengangkat panggilan dari siwon . Kepergian tiffany saja sudah sangat menyakitkan buat siwon, belum lagi saat ini dia juga terancam bakal kehilangan yoona gara-gara menyembunyikan hubungannya dengan tiffany. Padahal sebenarnya siwon juga ingin menceritakan pada yoona soal putusnya hubungannya bersama fany, tapi siwon tak punya kesempatan untuk itu, ditambah lagi yoona yang menjauhinya.

Siwon duduk di teras rumahnya barangkali melihat yoona lewat, namun yoona sama sekali tak kelihatan batang hidungnya padahal mereka bersebelah rumah.

Tak berapa lama kemudian,siwon melihat yoona di depan rumahnya,, menaiki sepeda kesayangannya serta melambai-lambaikan tangannya ke arah siwon ” oppa,,hari ini sangat cerah,, kau ingin keluar bersamaku?”.

Siwon yang melihatnya hanya tersenyum bahagia dan membalas lambaian yoona namun seketika senyumnya hilang seiring dengan bayangan yoona yang menghilang juga dihadapannya. Siwon merindukan yeoja ini.
“kenapa aku selalu memikirkanmu,,, hidupku terasa sepi tanpamu yoong, rasanya aneh kalau kau tak ada disisiku, mianhae,, ini karena obsesi bodohku. Aku sangatt merindukanmu,, yoongiku yang ceria yang selalu menemaniku”, gumamnya

Tiba-tiba soo jung muncul bersama kekasihnya jong in. Siwon menghampiri soo jung menanyakan keberadaan yoona ” ya… Soo jung-ah,, apa eonnimu ada dirumah?? Beberapa hari ini aku tak melihatnya”, tanyanya dengan melongokkan kepalanya ke rumah yoona.

“ani,,, eonni tak ada dirumah,, dia pergi ke suatu tempat,, dan yang pasti aku tak akan memberitahu oppa”. Jawab soo jung ketus. “Chagiya,, kajja kita masuk kedalam”, soo jung menarik lengan jong in dan jong in hanya menurut apa kata soo jung.

“jakkamanyo”, jong in seakan memberikan kode kepada siwon, dan dibalas siwon dengan menganggukkan kepalanya seakan mengerti apa yang dimaksud oleh jong in.

Tak berapa lama kemudian terlihat jong in keluar dari rumah soo jung dan diam-diam menemui siwon. “Hyung, aku tau dimana nuna berada”.

“aa jinjjayo?? Eodieya??”.

“ssssttt, jangan bilang soo jung ya kalau aku memberitahu hyung soal keberadaan yoona nuna! Nuna pergi kerumah Min Sook ahjummoni”.

“arraseo, gomapta jong in-ah”, siwon menepuk pundak jong in. Senyuman tampak di wajahnya yang tampan. Ia bahagia karena akan segera bertemu dengan yoona.

“hajiman, jangan pernah menyakiti nuna lagi nde?? Aku tidak akan pernah membantumu lagi nanti jika terjadi hal seperti ini lagi. Arrasoyo??”.

“arasso,, hal seperti ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari… Kau tenang saja. Sekali lagi gomawo”, lalu ia bergegas masuk ke mobilnya dan menemui yoona

Diperjalanan siwon melihat yoona memasuki sebuah gang kecil di depannya, namun yoona tak menyadari siwon mengintainya. Siwon kemudian turun dari mobilnya dan mengikuti langkah kaki yoona

“yoong”, panggil siwon

sejenak yoona menghentikan langkahnya, “eoh, aku seperti mendengar suara siwon oppa. Wae?? Wae? Wae? Pabo pabo pabo. Neo jinjja paboya yoona-ya”, yoona memukuli kepalanya sendiri.

“yoong”, siwon memanggil yoona lagi

yoona berhenti lagi, menengok ke belakang mencoba menyadarkan dirinya kalau ia hanya berimajinasi saja. Matanya terbelalak melihat siwon benar ada dibelakangnya. Siwon lantas menghampirinya. Tapi, yoona malah berlari saat melihat siwon, sontak siwonpun mengejar yoona dengan cepat.

Siwon menarik lengan yoona “yak…ya… Geumanhe. Apa aku terlihat seperti hantu sehingga kau berlari seperti ini”.

“untuk apa oppa datang kemari”, tanyanya datar

“bogoshiposseo”, siwon menatap yoona.

“gotjimal, sudah kubilang jangan oppa membuatku sakit lagi. Apalagi dengan kata-kata seperti itu yang hanya membuatku semakin sakit”, yoona menunjuk bagian dadanya.

Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah yoona, “mianhae, aku minta maaf atas semuanya… Aku memang sangat bodoh. Si bodoh yang tak mengerti cinta. Yang tak bisa membedakan mana cinta dan mana yang hanya obsesi belaka. Aku sungguh menyesal. Yoong”.

“huh, waeyo?”, yoona tertunduk, lagi lagi air matanya keluar.

“jebal mianhae”.

“tidak ada yang perlu dimaafkan, ini perasaanku sendiri, aku hanya perlu membunuh perasaanku pada oppa saja, dan semuanya akan baik-baik saja”.

“ani…”, siwon membekukan mulut yoona dengan jari telunjuknya kemudian meyeka air mata yoona, membelai lembut pipinya.

Yoona menatap wajah siwon, dipandanginya mata yang indah itu, terlihat sebuah ketulusan disana, “oppa…”.

Siwon semakin mendekatkan wajahnya ke wajah yoona, jantungnya berdetak semakin kencang begitupun dengan yoona. Yoona memejamkan matanya, pasrah dengan apa yang akan dilakukan namja ini pada dirinya.

Siwon membelai lembut rambut yoona yang bergelombang itu. Tepat dibelakang telinganya, siwon membisikkan satu kata, “saranghaeyo” dan ~Chu sebuah kecupan manis mendarat di bibir yoona. “maukah kau kembali ke seoul bersamaku, ~chagiya?”, kata siwon dan dibalas yoona dengan anggukan kepalanya. Siwon bahagia lalu memeluk kekasihnya itu dengan segenap cinta yang ia miliki.

Sepanjang perjalan menuju mobilnya, siwon selalu memeluk kekasih barunya itu, yoona melingkarkan tangannya ke pinggang siwon, sesekali siwon mencium puncak kepala yoona, serasa menemukan kembali senyum dan hidupnya, yoona terlihat sangat bahagia. Begitupula saat di mobil saat perjalaan ke seoul mereka tak henti-hentinya saling melempar senyum dan saling pandang, tangannya selalu berpegangan.

“Geundae oppa?? Tiffany-ssi??? Eotteokhajyo??”, Yoona baru saja teringat soal tiffany, dari tadi ia terlena dengan siwon.

“Tiffany?? Nuguseyo??? Hehhehe… Ani, kita memutuskan untuk berteman saja. Lebih tepatnya dia memutuskanku. Awalnya aku tak bisa menerima semuanya namun akhirnya Aku sadar,, selama ini aku jatuh cinta padanya hanya di dunia maya dan membuatku sadar siapa orang yang benar-benar nyata dan tulus mencintaiku”, siwon menjelaskan semuanya dan mencium punggung tangan yoona lembut.

“Hajiman,, aku bukan blesteran korea-amerika loh,, oppa ingat itu kan? Kemampuan bahasa inggrisku juga buruk”.

Siwon tersenyum, “aku tak butuh itu lagi,, aku lebih suka dirimu yang apa adanya, yang selalu menemaniku di setiap keadaan”.

“jinjjayo??”, yoona meyakinkan.

“nde”, kata siwon serius.

Yoona menekan-nekan perutnya, “hmmm,,, nan begopayo, oppa belikan aku makan,, aku ingin ddeobeokki, samgyupsal, samgeetang, bulgogi, jjajjangmyun. Eooohh,,,masiketda”, rengek yoona pada oppanya.

“mwo??? Sebanyak itu?? Memangnya kau ini apa makan makanan sebanyak itu?”.

“oppaa….. “, rengek yoona dengan gaya aegyeonya.

“Geurae…geurae,,,kajja..”, siwon mengacak-acak rambut yoona. Yoona hanya tersenyum pada siwon.

********

“eonni….”, Soo jung menghampiri yoona

“nde!”, kedatangan soo jung membangunkan lamunan yoona tentang perjalanan cintanya bersama siwon.

“Omoo,, Eonni neomu yeppeoyo… Geundae, semua orang menunggumu di luar sana?? Apa Eonni sudah siap? Aku akan mengantar eonni”.

jong in datang memasuki rest room “uwaaa,,,, nuna~ neomu yeppeoyo, siwon hyung memang benar-benar pintar memilih istri”.

Yoona tersenyum, “ya,,, bukankah kau pernah bilang padaku kalo dongsaengku ini adalah yang tercantik, jadi kupikir aku masih kalah cantik dari dia”.

“ya… Apa aku tidak cantik ha??”, tanya soo jung pada jong in.

“ani,,, aku baru sadar kalau yoona nuna lebih cantik dari dongsaengnya”, jong in menggoda soo jung.

“yak…..”, teriak soo jung pada jong in sementara yoona hanya terkekeh melihat tingkah laku mereka berdua.

“ya,,,apa kau akan tetap berdiri disana sampai akhir ha?? Ppali,,,semua tamu sudah menunggu kita”, kata soo jung memarahi kekasihnya.

“arraseo…”. Jawab jong in.

“eonni apa kau sudah siap?”.

“nde,, tapi aku sedikit gugup. Ini adalah kali pertama bagiku….”.

“dan akan jadi yang terakhir…. Semoga kau bahagia eonni”, soo jung melanjutkan kata-kata yoona dan memeluk eonninya.

Pintu rest room terbuka Yoona pun keluar dengan diiringi jong in dan soo jung memegangi long dress yang dipakai yoona, sedangkan siwon sudah berdiri tak jauh hanya beberapa langkah saja dari hadapan yoona. Keduanya tersenyum, saling memandang satu sama lain. Raut wajahnya terlihat sangat bahagia. Perlahan Yoona melangkahkan kakinya dengan anggunnya berjalan menghampiri siwon yang sedari tadi menunggunya bersama pastur dan tamu undangan yang lain pasti juga menunggunya.

Didepan pastur disana, mereka mengucapkan sumpah/janji pernikahan akan menjaga, menyayangi, mencintai pasangannya masing-masing sampai akhir hidup mereka dalam keadaan apapun suka maupun duka mereka akan selalu bersama. Sampai akhirnya sang pastur mengatakan bahwa mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah dan mempersilahkan siwon untuk mencium istrinya. Mereka berhadap-hadapan dengan perasaan bahagia, gugup, malu semua bercampur aduk jadi satu.

“Chukkae,,, Ny. Choi”, kata Siwon kepada istrinya.

“Annyeong,,,, yeobo-ya”, balas yoona dengan senyumannya.

Siwon mendekatkan wajahnya memegang rahang yoona dengan kedua tangannya, kemudian mencium bibir yoona yang merona itu.Sepertinya mereka sangat menikmati itu, banyak sekali tamu yang melihatnya termasuk soo jung adiknya. Semua tamu bertepuk tangan untuk pasangan pengantin ini.

Yoona mendorong dada siwon untuk melepaskan ciumannya, siwon tak menghiraukannya malah memegangi rahang yoona semakin kuat dan masih tetap menciumi yoona. mereka berciuman lama sekali seakan lupa mereka ada didepan umum. Akhirnya siwon melepas ciumannya itu dan mengatur nafas mereka seperti habis lari marathon saja.

“oppa… Nappeun… Aku hampir saja mati kehabisan oksigen gara-gara oppa. Apa oppa tidak malu, banyak orang yang melihat kita”, yoona memukul mesra lengan suaminya itu.

“kita kan sudah resmi menjadi suami istri, buat apa malu?”, jawab siwon dengan senyuman nakalnya. lalu siwon mendekatkan lagi wajahnya dan hendak mencium yoona lagi namun dengan sigap yoona mendorong wajah suaminya itu.

“kita selesaikan urusan kita nanti malam saja”, kata yoona

“awas kau ya,, aku tak akan memberi amppun padamu hehehehe…. Saranghae”, siwon memeluk istrinya dengan penuh cinta.

Disisi lain jong in melihat soo jung bergidik melihat cara siwon mencium yoona seperti itu dan mencoba menggodanya, “ya,,,soo jung-ah”, jong in mencondongkan wajahnya ke wajah soo jung. Tepat saat soo jung menoleh ke arah jong in dan ~Chu, mereka berciuman.

“ya….jong in-ah”, soo jung memukul pundak jong in karena malu dan memegangi pipinya dengan kedua tangannya menyembunyikan raut merah wajahnya karena jong in.

Siwon dan yoona sibuk menerima ucapan selamat dari para sahabat dan keluarga. Tiba-tiba seorang yeoja yang tak asing datang menemui pasangan pengantin baru ini.

“Congratulation…Happy Wedding…”, kata yeoja itu, tangannya melingkar ditangan seorang namja disampingnya.

“Gamsahamnida… Tiffany-ssi”, kata siwon

“Gamsahamnida”, kata yoona.

“yak, andrew choi,, berjanjilah kau tak akan pernah membuat yoona terluka apalagi meneteskan air mata”, kata tiffany

“Keureomyeon”, jawab siwon.

Yoona membisiknya sesuatu pada suaminya, “oppa kau pasti sangat bahagia kan?? Bertemu dengan mantan kekasihmu sekarang”

“apa kau cemburu?? Aku senang kalau kau cemburu. Tandanya kau sangat menyukaiku”, balas siwon dengan berbisik juga kemudian yoona mencubit lengan siwon dengan mesra.

“Geundae,, nuguseyo”, siwon menunjuk namja yang bersama tiffany

“kenalkan,, nae namjachigu,, Jason, kebetulan kami ada bisnis di korea dan ku dengar kalian menikah, jadi aku datang kesini”. Kata fany

“siwon, bangapseumnida”, siwon menjabat tangan jason, dan jason membalasnya dengan menjabat tangan siwon dan juga yoona.

“dia tidak bisa bahasa korea,,, jadi percuma saja”, kata fany

“aaa… Nice to meet you”, kata siwon pada jason.

“nice to meet you too”, jason mengeluarkan suaranya.

hari ini kau sangaaatt cantik sekali”, kata fany pada yoona. Sepertinya tiffany tau apa yang dirasakan yoona saat ini pasti ia mencurigainya macam-macam mengingat ia pernah menjalin hubungan singkat dengan namja yang kini sudah sah menjadi suaminya itu.

“aa gamsahamnida”, yoona membalasnya dan mencoba tetap tersenyum di depan fany.

“Sekali lagi Chukaterimnida… Semoga kalian bahagia sampai akhir hayat dan juga… Punya banyak anak hehehhe”, kata fany lagi dan dibalas siwon dan yoona hanya dengan senyuman

“Gamsahamnida, silahkan menikmati pestanya”, yoona memepersilahkan fany dan jason untuk bergabung dengan yang lainnya.

Para sahabat sibuk berfoto-foto ria dengan pasangan pengantin baru ini. Pestanya berakhir sangat meriah. Akhirnya apa yang di inginkan oleh kedua insan ini bisa tercapai satu-persatu dan tentu dengan perjuangan yang tak mudah mereka lalui.

Cinta seringkali membuat kita buta. Cinta juga tak bisa dipaksakan ataupun disalahkan, karena cinta hadir bahkan tanpa kita sadari atau disaat kita belum yakin apakah ini waktu yang tepat untuk ia datang.

FIN

Don’t be a silent readers please!
jebal, tinggalkan komentar anda!! Kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk pembuatan FF berikutnya. Gamsahamnida udah mampir baca (~Bow~ bareng semua cast I think my love is you)

19 thoughts on “[FF] I THINK MY LOVE IS YOU

  1. AKHIR NA NE KOLOM KOMEN MUNCUL JUGA,,, ƗƗɐƗƗɐ…ƗƗɐƗƗɐ….ƗƗɐƗƗɐ”̮…. WAH CERITA NA SERUUUU…. HAPPY ENDING,,,, UNTUNG SIWON CPT SADAR,,, ƗƗɐƗƗɐ…ƗƗɐƗƗɐ….ƗƗɐƗƗɐ”̮ DTGGU FF MU YG LAIN SAENG… FIGHTING (ง’̀⌣’́)ง

  2. Waaaa…… Happy ending. Seneng deh, jadi senyum senyum sendiri.
    Semoga kalian bahagia. Entah itu di FF ataupun Real Life.
    Aamiin.
    YoonWon jjang~ .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s