[FF] STORY OF MY LOVE

poster_storyofmylove1-copy

Tittle : Story Of My Love

Author : Seo Na Hyun (@hyunita801)

Genre : Romance, Fluff, AU, Angst

Rating : PG-17

Length : Oneshoot

Cast:

–          Choi Siwon Super Junior

–          YoonA SNSD

–          Sooyoung SNSD

–          Tiffany SNSD

–          NaNa After School

Support Cast:

–          Choi Jiwon

–          Donghae Super Junior

–          Nickhun 2PM

 

Disclaimer : FF ini murni dari imajinasi saya. Semua cast hanya milik Tuhan Yang Maha Esa dan keluarganya. Cerita ini terinspirasi dari shippernya siwon dari Snsd yang satu persatu berguguran karena terungkap ke media tentang kencan dan kekasihnya. Juga dari blog sebelah yang menerbitkan shipper NaWon untuk Nana dan siwon selain dari SM Family. Setalah saya baca fact keduanya tentang kesamaan,dll saya jadi tertarik untuk membuat FF ini, terlebih lagi nana sendiri belum punya atau belum ketahuan berkencan di depan media.

sebelumnya thanks for maurielf buat posternya…..

Happy reading… Mian banyak typo bertebaran

 

Apa kau percaya bahwa kita semua terlahir untuk bahagia? Aku tidak yakin. Ya, nyatanya memang aku sedang merasa tak bahagia. Maksudku di satu sisi aku bahagia, tapi seakan ada sisi kepedihan yang terus membayangi dan aku tak tahu apakah itu

 

Choi Siwon tak henti2nya mengulum senyum ketika dia sedang asik berkutat dengan ponsel kesayangannya, sesekali kekehan kecil terdengar lirih saat dia sedang membaca pesan dari yeoja yang dicintainya. Kemudian siwon melemparkan ponselnya kasar di sofa sambil tak berhenti mengembangkan senyuman dan menarik handuk yang sedari tadi ia siapkan untuk segera mandi namun terhenti ketika ponselnya berdering singkat menandakan ada pesan masuk. Salah satu pesan itu berisi ajakan yeojanya agar mau bertemu dengannya di Ding dong cafe, aniya lebih tepatnya berkencan dan siwon pun membalasnya sambil sesekali menggodanya.

-o0o-

Siwon melangkahkan kakinya menuju Ding Dong Café. Saat sampai diteras seorang pelayan sudah menyapanya. Pelayan itu tak lain adalah Jiwon adik dari Siwon. Meskipun keluarga mereka memang terbilang keluarga konglongmerat yang tak pernah kekurangan sesuatu apapun namun Jiwon maupun Siwon tak pernah hanya mengandalkan ataupun membanggakan kekayaan orang tuanya. Mereka tetap rendah hati.

“eohh,, oppa?”, sapa jiwon

“seharusnya kau memanggilku Tuan, bukankah aku ini pelangganmu”, kata siwon angkuh menggoda adiknya itu.

“issh..jinjja… geurae, Annyeong haseyo Tuan Choi Siwon mau pesan apa?”, kata jiwon sambil menekankan kata Tuan Choi Siwon agar siwon puas meledeknya.

Siwon tersenyum puas “Espresso Macchiato”, kata siwon sambil mengacak-acak poni adiknya.

“Tidak sopan, seorang pelanggan tidak bisa bersikap seperti itu pada pelayan, jadi tolong hargai kami”, Jiwon membalas siwon sambil merapikan poninya lalu bergegas meninggalkan siwon untuk menyiapkan pesanan oppanya.

Sementara Siwon hanya bisa tersenyum melihat Jiwon lalu melanjutkan langkahnya yang terhenti menuju meja yang letaknya strategis dan sejuk sambil menunggu yeojanya itu. Matanya hanya menyorot pada benda bulat di tangannya ternyata dia datang lebih awal dari waktu yang disepakatinya untuk bertemu dengan yeojanya. Kemudian Jiwon datang dengan Espresso Machiato yang dipesannya.

“wae?? Apa oppa sedang menunggu orang?”, Tanya Jiwon pada oppanya yang melihat kearah jam tangan dan sesekali menengok kearah pintu.

“eoh”, balas siwon singkat

“nuguya? Apakah itu eonni?”

“ehmmm”, balasnya sambil mengangkat kedua alisnya.

Tiba-tiba ponsel siwon berdering, Jiwon menengok kearah ponsel siwon tertera nama “Chagiya” pada nama pemanggilnya. “itu ada panggilan dari eonni, cepat angkat bukankah oppa sudah menunggunya”. – Jiwon

“arraso, tanpa kau suruh pun aku juga akan mengangkatnya”. – siwon

“ne chagiya? Waeyo? Nde?? gwenchana…. Arraseo… jinjja gwenchaneyo… nan gidarilkheyo… hati-hati ya.. annyeong?”.

Siwon menutup telponnya. Wajah yang sedari tadi dipenuhi sejuta senyum kini berubah menjadi seperti awan mendung yang gelap. Muram. Masam.

“wae geurae?”, Tanya Jiwon

“shownya dimulai terlambat dari yang dijadwalkan jadi sampai sekarang shownya belum selesai, mungkin sekitar 30 menit lagi katanya kalau aku mau menunggu dia akan kesini nanti tapi kalau tidak aku boleh pulang”.

“yaaahh, baru seperti itu aja oppa sudah murung… kalo oppa memang benar-benar mencintai eonni harusnya menunggu yeoja sendiri tidak akan jadi masalah buat oppa kan? Bukankah tadi kudengar oppa bilang akan menunggu sampai eonni datang? Kalau oppa memang seorang namja harusnya oppa bisa menepati janji dari setiap kata yang oppa ucapkan tadi??”, cerocos Jiwon menceramahi oppanya itu

“ne ne ne jangankan hanya 30menit, 1 jam atau bahkan 2 jam pun aku sanggup menunggunya? Sudah sana,,, bukankah kau harusnya bekerja bukan berceramah panjang lebar pada pelanggan,,,, hush hush”, usir siwon pada adiknya yang membuat bibir jiwon berubah menjadi seperti mulut ikan.

Jiwon-ah….

“tuh kan kau dipanggil…. Sudah sana”, tambah siwon lagi

“arraseo,, selamat menunggu…”, kata jiwon dengan nadanya yang meledek sambil berlalu meninggalkan meja siwon karena panggilan dari atasannya. Jiwon tahu betul kalau oppanya itu tidak suka yang namanya menunggu.

Dan benar saja baru beberapa menit berlalu saja siwon sudah merasa jenuh sesekali memainkan apapun itu di dalam ponsel untuk mengusir kejenuhannya baik hanya sekedar main game, mendengarkan musik-musik favoritnya dan membuka lagi tumpukkan gambar yang diabadikannya ke dalam sebuah foto dalam galerynya yang sudah jarang dibuka, kini semua gambar dibukanya satu per satu sampai pada beberapa fotonya bersama yoona, hanya berdua dan kenangan itu pun datang menghampirinya.

 

Flashback with yoona

Saat itu Super junior dan SNSD menjadi bintang tamu di acara music di MBC Music core. Super junior tampil lebih dulu dibandingkan SNSD. Setelah Super Junior selesai tampil dan hendak turun di backstage sudah bersiap SNSD akan naik ke panggung dan saat itu Siwon melihat yoona dan memberinya semangat.

“yoongie fighting”, kata siwon mengepalkan tangannya memberikan semangat.

“eoh.. fighting”, jawab yoona juga mengepalkan tangannya.

“oppa hanya memberikan semangat untuk eonni aja?? Kita tidak??”, sahut seohyun

“iya… kenapa hanya yoongie… kalian tidak ada sesuatu kan??”, sooyoung menyahut dan menunjukkan seringainya dengan mengangkat sebelah alisnya untuk menggodanya.

“geurokhae aniya… tidak ada apa-apa kok… tadi aku juga mau bilang fighting untuk kalian Cuma kalian sudah memotong pembicaraanku, sudah sana bukankah kalian akan segera tampil.. Fighting”, siwon mendorong sooyoung untuk segera naik agar sooyoung tak bertanya lebih jauh lagi padanya.

Setelah selesai tampil semua member snsd pun kembali ke backstage, disana siwon sudah menunggu yoona dengan membawakan air mineral untuknya. Siwon akhirnya melihat yoona dan melambaikan tangannya seraya memanggil yoona dan menyerahkan air mineral itu.

“Gomawo oppa”,yoona mengambil air mineral itu.

“kau sudah bekerja keras kau pati lelah sekali kan?”.

“oppa juga”.

“yoongieya… tapi kau masih terlihat cantik meskipun penuh dengan keringat seperti itu?”

Yoona mendesah “kita kan selebritis jadi memang sudah seharusnya kita menjaga kecantikan, iya kan?”

“geurae kau benar…. Geundae, apa kau tidak merasa kesepian tanpa ada kekasih selama ini? Kau kan cantik, semua namja suka padamu, banyak yang terlibat skandal denganmu, kenapa kau tidak memilih salah satu dari mereka saja. Memangnya orang seperti apa yang kau inginkan?”, Tanya siwon panjang lebar tanpa titik dan koma.

“hmmm,, molla aku hanya mengikuti kata hatiku saja,, yang penting dia baik, selau ada untukku, memberiku semangat di tengah kesibukan yang aku jalani, aku tidak suka orang yang suka mengatur-atur”.

“sepertinya semua itu ada padaku? Memangnya kau mau jadi kekasihku? Aku baik, selalu ada untukkmu, didekatmu, suka memberimu semangat dan ya aku tidak pernah mengatur-aturmu ini dan itu”.

“nde?? Aiisssh.. yang benar saja?? Oppa??”, yoona terkekeh pelan, yoona berpikir semua kata-kata yang di ucapkan siwon itu hanyalah sebuah lelucon semata.

“memangnya kenapa? Apa ada yang salah denganku? Kalau kau mau?”, tambah siwon sementara yoona hanya tertawa, entah kalimat mana yang dianggapnya lucu.

“ya aku tau kalau oppa memang baik, selalu ada untukku, memberiku semangat, tapi ini masalahnya bukan segampang itu oppa, ini adalah masalah hati, dan aku hanya menganggapmu sebagai oppaku”

“geurae,,, aku juga begitu,,, tadi itu aku hanya sekedar bercanda denganmu. Aku tidak serius kok”, karena siwon tak mau malu di depan yoona setelah mendapat penolakan akhirnya siwon membuatnya sebagai sebuah lelucon seperti yang yoona katakan.

“arraseo,,, sebenarnya aku sudah punya seseorang itu…” kata yoona

“jinjjayo? Nugu? Siapa orang yang telah mencuri hati dongsaengku ini?”.

“hmmm,, dia berinisial SG… hanya itu yang bisa kuberitahu pada oppa.. nanti oppa juga akan tau sendiri”.

“SG?? Nuguya?? Yaakk… nuguu??”, Tanya siwon penasaran sementara yoona hanya tersenyum meninggalkan siwon yang sibuk menerka-nerka inisial SG.

Flashback with yoona end

 

Siwon tersenyum mengingat kenangan bersama yoona kala itu. Sampai akhirnya siwon tau kalo inisial SG yang dimaksud yoona adalah Seung Gi. Ya Lee Seung Gi. Siapa yang tidak mengenalnya, actor multitalent yang sangat terkenal di korea. Semua kegiatan entertainment sudah pernah dicicipinya dari MC, penyanyi, pemain film/drama. Kemudian berita ini menyebar di seluruh dunia ditambah agensi mereka SMentertaiment yang membenarkan rumor kencan yoona dan lee seung gi. Ya meskipun sedikit terluka Siwon senang karena Lee seung gi lah orang yang dipilih yoona. Siwon yakin seung gi bias membahagiakan yoona.

-o0o-

Setelah menemukan foto kenangannya bersma yoona kini siwon juga menemukan foto kenangannya bersama sooyoung dan teringatlah siwon akan kejadian yang dulu bersama siwon.

 

Flasback with Sooyoung

Saat itu penampilan akhir dari konser SMTown di Tokyo Dome Jepang. Lagu terakhir yang dinyanyikan adalah Hope dimana semua artis SM berkumpul bersama untuk mengucapkan salam perpisahan, berselca dengan fans, saling memberikan hadiah pada bias ataupun fansnya. Dan di saat itulah Siwon beraksi. Ditengah-tengah lagu hope siwon mendekati sooyoung yang berdiri sendirian di pojok panggung. Sepanjang lagu hope sooyoung dan siwon menghabiskan waktu mereka untuk mengobrol. Sampai salah seorang shipper mereka yang biasa disebut dengan “SooWon” yang diambil dari gabungan nama Sooyoung dan Siwon sempat mengabadikan kedekatan mereka kala itu. SooWon sangat bahagia melihat couple favorit mereka bisa sangat dekat. Kemudian siwon mengambil kamera salah satu fans dan mengajak sooyoung untuk berfoto bersamanya. Ketika siwon mendekatkan wajahnya ke wajah sooyoung untuk berfoto siwon mengatakan perasaanya untuk sooyoung.

“sooyoung-ah… maukah kau jadi kekasihku?”, kata siwon yang tersenyum mengarah pada kamera dan tengah bersiap untuk memotret. Pernyataan itu sontak membuat sooyoung kaget dan tepat saat siwon memotret sooyoung justru menoleh kearah siwon.

“mwo?? Mworago??”, Tanya sooyoung yang heran akan pernyataan siwon

“wae??”, kata siwon sambil menyerahkan kembali kamera milik fans yang berkaos sone itu.

“apakah aku salah dengar, tadi oppa bilang jadi kekasih oppa?? Ah, sepertinya aku sudah gila”.

“aniya, itu benar… aku menyukaimu, maukah kau jadi jadi kekasihku?”. Siwon mengulangi pertanyaannya.

“oppa,,, aku sudah punya seseorang yang dekat denganku sejak lama…”.

“dekat denganmu?? Sejak lama?? Nuguya? Kenapa aku tidak pernah tau? Apa aku pernah melihatnya?”

“eoh,, oppa tau actor jung kyung ho??”

“ne… apaaa…. Diakah orang yang kau maksud? Dekat denganmu? Kau menyukainya?”, Tanya siwon kemudian dibalas sooyoung dengan anggukan dan senyum.

“geundae oppa tidak sakit kan?”, sooyoung mengecek dahi siwon “oppa mimpi apa semalam tiba-tiba jadi begini?”.

“aniyo, gwenchana”.

“oppa mianhae”, kata sooyoung dan Siwon pun berlalu setelah menepuk bahu sooyoung mengisyaratkan bahwa semuanya baik baik saja.

Flashback with sooyoung end

-o0o-

Meskipun sudah 2 kali mengalami penolakan yeoja-yeoja cantik, siwon pun tak pernah menyerah akan keinginannya untuk mempunyai kekasih. Kali ini siwon melihat foto kenangannya bersama tiffany dan kenangan itupun melayang di pikiran siwon.

 

Flashback with tiffany

Saat itu tanggal 1 agustus di sebuah restoran di Apgujong Siwon mengajak tiffany untuk dinner sekaligus merayakan ulang tahun tiffany. Siwon saat itu sudah mempersiapkan hadiah istimewa khusus buat tiffany yang dibelinya saat siwon berada di Australia. Saat itu Siwon juga mengajak donghae yang kebetulan hari itu sedang break syuting. Siwon datang lebih dulu dan disusul dengan donghae.

“hyung….”, sapa donghae yang baru datang

“eoh, kau jadi datang?? Kukira kau tidak jadi kesini karena syutingmu”.

“hmm aku sedang jenuh, entah kenapa hari ini aku banyak sekali melakukan NG makanya kuputuskan saja untuk datang kesini di waktu break, aku hanya punya waktu 30 menit saja setelah itu aku kembali syuting lagi. Siapa tahu setelah ini pikiranku jadi lebih fresh”, kata donghae

“geurae… kau ingin pesan apa? Pesan saja apa yang kau mau, hari ini biar aku yang mentraktir”.

“ne hyung, arraso,, kau kan memang selalu mentraktir kami, aku sudah hafal semua sifatmu”, kata donghae sembari melihat-lihat menu dan minuman yang hendak di pesannya. Kemudian donghae mengangkat tangan kanannya. Melambai seraya memanggil pelayan. Seorang waitress pun datang untuk mencatat dan menyiapkan makanan maupun minuman yang ingin dipesan donghae. Tak menunggu waktu lama, waitress itupun kembali dengan membawa pesanan dan menyajikannyan di atas meja mereka sambil menunggu tiffany datang.

15 menit…

20 menit…

25 menit…

Hamper setengah jam sudah mereka menunggu tiffany datang hingga siwon memesan minuman lagi. Namun, sosok perempuan berambut panjang itu tak kunjung datang. Donghae yang sejakn tadi sudah kekenyangan hanya sesekali memainkan ponselnya, selebihnya sibuk mengatur nafas karena perutnya penuh dengan makanan. Sementara siwon hanya diam termenung tak memperdulikan keadaan donghae.

Tak lama setelah itu tiffany terlihat berjalan dengai memakai masker, topi dan kacamata hitamnya dari pintu masuk menuju ke dalam restoran. Wajahnya terlihat sedikit bingung sambil celingukan kesana kemari takut kalau da paparazzi di sekitar daerah itu. Maklim saja, restoran itu memang terkenal di mata paparazzi karena banyak dari beberapa artis yang ketahuan berkencan ataupun hanya sekedar hang out bersama temannya yang akan jadi makanan hangat buat para pemburu berita yang membuat skandal ini dan itu. Setelah dirasanya aman tiffany memasuki ruangan yang dipesan siwon.

“Oppa mianhada”, tiffany masuk langsung membungkuk pada oppanya karena ia datang terlambat.

Siwon dan donghae menoleh kearah tiffany. Siwon lalu berdiri menyambut kedatangan tiffany dengan pelukan, sementara donghae hanya duduk memandang jam di tangannya.

“Donghae oppa… Miann”, tiffany mendekati donghae, menyatukan kedua telapak tangannya di dada seraya meminta maaf.

“yak, kau tahu aku hanya punya waktu 30menit saja di sela-sela waktu syutingku, dan aku menyempatkan waktuku untuk datang kemari.. ini sudah 30 menit”, kata donghae sambil menunjuk-nunjuk kea rah jam tangannya.

Trrt….tttrrt…trrt

Ponsel donghae bergetar dan nama yang tertera adalah sang managernya.

“yeoboseyo… Ne, algaeseumnida… aku akan segera kembali”, kata donghae mengakhiri pembicaraannya dengan managernya.

“kau lihat sutradara sudah memanggilku. Aku harus kembali secepatnya”.

“sudahlah, yang penting tiffany sekarang sudah datang, kalu kau mau pergi, pergilah bukankah semua kru sedang menunggumu”, timpal siwon.

“oppa jeongmal mianhae, tadi jalanan sangat macet, kudengar terjadi kecelakaan di perempatan jalan di gwangdo. Aku ingin memberitahu siwon oppa namun ponselku tiba-tiba lowbat, kalau tidak percaya lihat saja sendiri”, tiffany mencoba menjelaskan keadaan yang sebenarnya dengan menunjukkan ponselnya yang mati ke hadapan Donghae dan Siwon agar mereka percaya.

“Arraseo, gwenchana… duduklah”, siwon mempersilahkan tiffany untuk duduk.

“ne, okay,,tapi aku tidak bias menemani kalian lagi, aku harus kembali. Geundae, aku punya sesuatu untuk dongsaengku ini? Ini..”, donghae mengeluarkan benda kotak dari dalam sakunya dan menaruhnya di telapak tangan tiffany. “Saengil Chukkae”, ucapnya

“Gomawo oppa tto mianhaeyo aku sudah datang terlambat , gomawo telah menyiapkan waktu untuk datang kemari . geundae, ige mwoya??”- tiffany

“kau boleh membukanya kalau kau sudah sampai dirumah,, na galkke”, donghae mengacak pelan puncak kepala tiffany.

“hyung, galkkeyo…”, donghae berpamitan pada hyungnya.

“eoh.. hati-hati di jalan ya” – siwon

“oppa gomawo… annyeong…” tiffany melambaikan tangannya pada donghae.

Tinggallah berdua siwon dan tiffany. Saatnya siwon untuk beraksi. Siwon mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang ia letakkan persis di sampingnya. Benda tersebut telah terbungkus plastik rapi dengan kawat kecil yang membentuk pita yang cantik. Siwon menaruh benda tersebut diatas meja di hadapannyakemudian menggesernya ke depan tepat di hadapan tiffany.

“saengil chukkaeyo”, kata siwon

“woaahh, yeppeuda… gelang ini cantik sekali? Ini untukku?? Gomawo oppa”, ya, benda itu adalah sebuah gelang yang terbuat dari rangkaian beberapa benang warna-warni yang indah.

Tak hanya itu, siwon juga telah menyiapkan sebuah hadiah lain yaitu kalung berbentuk hati kecil yang ia simpan rapat di saku jas yang ia kenakan. Siwon menggenggam kalung itu erat seakan bingung apakah ini waktu yang tepat untuk ia memberikan kalung itu pada tiffany. Akhirnya setelah menarik napas panjang siwon mengeluarkan juga benda itu.

“aku masih punya satu hadiah lagi untukmu. Tapi, kau harus memejamkan matamu dulu?”, kata siwon dan dibalas fany dengan anggukan kepalanya tanda iya setuju memejamkan mata.

Hana…

Dul…

Set…

Ttaraaa…..

Siwon mengeluarkannya. Kini kalung itu menggantung di sela-sela jari tengah dan jari telunjuk siwon tepat di hadapan tiffany. Hanya berjarak sekitar 10 cm saja dari pandangan mata tiffany.

“woaahh,, yeppeuda…”, tiffany tersenyum bahagia hingga kedua matanya hanya membentuk sebuah garis lengkung.

“kau menyukainya?”, Tanya siwon

“ne, tentu saja. Wanita mana yang tidak menyukai perhiasan secantik ini”, tiffany mengambil kalung itu dari jemari siwon dan langsung memakaikan di lehernya. Sementara siwon hanya tersenyum melihat tiffany menyukai hadiah darinya.

“mari kita berselca fany-ah”, ajak siwon

“ne”.

Siwon dan tiffany berfoto bersama. Mereka meminta bantuan salah seorang pelayan untuk memotret mereka.

“fany-ah”

“ne….”, kata tiffany datar, matanya masih tertuju pada gelang dan kalung di lehernya pemberian siwon.

”apa kau sudah mempunyai kekasih?”, siwon memandang tiffany lekat.

“nde??”, pertanyaan itu sontak membuat tiffany memandang kea rah siwon. “memangnya kenapa?”, imbuhnya.

“aniya, kalau belum ada aku ingin sekali jadi kekasihmu”, siwon tersenyum masih tetap memandang tiffany penuh harap. Sementara tiffany hanya terkekeh pelan.

“oppa… sebenarnya, aku sudah punya seseorang. Dia sudah dekat denganku sejak lama. Kami juga belum lama berpacaran. Oppa juga mengenal orang itu”, tiffany menjelaskan.

“nuguya?”, Tanya siwon penuh teka-teki dan sibuk menebak siapakah namja itu. Banyak namja yang dekat dengan tiffany sejak lama ada taecyeon, nickhun, atau member super junior lainnya.

Trrttt…trrtt

Ponsel siwon berdering dan ID caller yang tertera di layar itu adalah panggilan dari nickhun dan siwon segera mengangkatnya.

“yeoboseyo,,, ne, khun-ah. tumben sekali kau menelponku. Waeyo?”, Tanya siwon pada nickhun.

“aniya, aku hanya menanyakan apakah tiffany ada bersamamu hyung? Aku ingin bicara dengannya, soalnya daritadi ponselnya tidak bisa di hubungi”, Tanya nickhun diseberang sana.

“eoh, jankanmanyo”, siwon menyerahkan ponselnya pada tiffany.

“eoh khun oppa mianhae, ponselku mati… aku tidak lupa dengan janji kita.. tenang saja.. 30 menit lagi aku sudah sampai disana. Gidaryeo…”, kata tiffany pada nickhun dan segera mengakhiri panggilan itu.

“namja itu…. Nickhun? Diakah orang yang kau maksud?”, siwon menebaknya sekaligus yakin kalau tebakannya kali ini benar adanya.

“ne,,, nickhun oppa… dan aku juga sudah ada janji dengannya. Jadi aku tidak bias berlama-lama disini. Oppa gwenchaneyo??”.

“eoh, gwenchana… pergilah… kekasihmu pasti sudah menunggumu”, kata siwon datar sambil meneguk wine di gelas terakhirnya hanya dalam sekali tegukan saja.

“oppa,, apa oppa marah padaku? Jinjja gwenchaneyo??”

“hmmmm,, gwenchana… sudah sana pergi, setelah ini aku juga ada jadwal syuting”, siwon beralasan agar tiffany tidak merasa tidak enak hati kepadanya.

“geurae… na galkkeyo.. gomawo hadiahnya… oppa hati-hati ya?”, kata tiffany sambil mengambil tasnya dan beranjak bersiap untuk meninggalkan siwon sendirian.

“eoh,,, kau juga hati-hati di jalan”, kata siwon.

Tiffany pun pergi meninggalkan siwon yang hatinya hancur lagi karena penolakan dari tiffany. Dari luar jendela gedung restoran yang ditempati siwon. Dia melihat sepasang kekasih. Ya sepertinya begitu karena mereka terlihat sangat mesra. Pasangan kekasih itu sedang asik menikmati minuman mereka di café sebelah. Hidup mereka sepertinya sangat ringan, saling bercanda seperti taka da beban apapun di pundaknya. ‘atau mungkin memang hanya hidupku saja yang terasa absurd tanpa seorang wanita disisiku”, kata siwon pada dirinya sendiri.

Penolakan demi penolakan yang dialami siwon tak membuat hatinya lantas hancur lebur menjadi abu. Sakit. Hancur. Patah hati. Iya memang, tapi itu tak akan lama, siwon yakin suatu saat ia akan menemukan wanita itu. Ia hanya perlu menyusun kembali kepingan-kepingan hatinya yang telah patah untuk menjadi utuh kembali sampai ia menemukan wanita itu.

Flashback with tiffany end

 

Siwon masih setia di Ding Dong Café menunggu kedatangan Kekasihnya. Ya meskipun dia tahu kalau menunggu itu memang membosankan tapi demi pujaan hatinya siwon akan melakukan apapun. Masih berkutat dengan ponsel kesayangannya dan melihat foto kenangan2nya. Kali ini Nampak foto seohyun di lokasi syuting dengan wajah yang ditekuk masam. Tak bersemangat. Siwon pun tersenyum melihatnya dan kenangan foto itu pun kembali melintas di benaknya.

 

Flashback with Seohyun

Saat itu Siwn dan Sehyun di pasangkan untuk membintangi sebuah iklan SKT LTE dimana sebelumnya juga ada Yoona dan kyuhyun serta Minho dan Sulli yang juga di pasangkan untuk iklan ini. Sebelum proses syuting berlangsung, seohyun saat itu sudah datang dengan memasang muka masamnya sepanjang pagi. Entah apa yang membuatnya seperti itu. Ya, meski didepan kamera Seohyun tetap memncarkan senyum cantiknya seolah tak ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Padahal yang di rasakan seohyun justru sebaliknya.

Proses syuting berjalan dengan lancer karena ini hanyalah syuting iklan yang tak memakan waktu lama seperti drama. Ketika break syuting, siwon mendekati seohyun.

“neo gwenchana?”, Tanya siwon yang melihat seohyun yang lagi-lagi menekuk wajahnya.

“oppa, bolehkah aku menayakan sesuatu?”, seohyun mendongakkan kepalanya menatap siwon yang berdiri di depannya.

“keurom”, siwon duduk di sebelah seohyun.

“oppa, bagaimana membuat seorang namja mengerti akan perasaan seorang wanita?”.

“namja???”, siwon sedikit terkejut saat seohyun menanyakan perihal namja karena tak seperti biasanya. Seorang seohyun yang dikenal polos oleh semua orang membicarakan soal namja dan perasaan. Ya, seohyun juga seorang wanita sama seperti yang lainnya.

“wae?? Apakah ada yang aneh?”, Tanya seohyun heran melihat ekspresi oppanya.

“aniya,,, tidak biasanya kau menanyakan soal namja padaku. Kau tinggal memberinya perhatian yang lebih dari biasanya.. tanpa kau bilang menyukainya dia pasti sudah bias menebak perasaanmu”.

“tapi aku seorang yeoja, aku tidak bisa melakukannya lebih dulu, ah,,, aku sangat malu”, kata seohyun sambil memegangi kedua pipinya.

“kalian tidak akan ada perkembangan kalau tidak ada yang memulainya, apa kau mau terus menunggu sampai dia bilang sendiri padamu?”.

“molla”, kata seohyun dengan lemas.

“memangnya siapakah namja itu? Kalau oppa boleh tau?”.

“hmmmmmm…. Sstttt.. tapi oppa jangan bilang dengan yang lain ya? Yaksok?”, seohyun mengunci bibirnya dengan jari telunjuknya mengisyaratkan siwon untuk tak bilang dengan siapa-siapa.

“yaksok”.

“jung yonghwa-ssi…”, kata seohyun dengan berbisik.

“nde???? Geuraeyo?? Geu namjaneun??”, siwon terkejut mendengar pengakuan seohyun. Awalnya ia juga menginginkan seohyun untuk menjadi kekasihnya. Namun apalah daya, seohyun telah menyukai orang lain. Apalagi siwon tahu betul siapa yonghwa. Siwon yakin yonghwa bisa menjaga seohyun dan membahagiakannya. Untung saja siwon belum menyatakan perasaannya pada seohyun. Kalau tidak, dia pasti akan malu sekali seperti yang sudah-sudah.

“sejujurnya dulu aku memang seorang wanita yang mungkin kata orang-orang di luar sana aku ini polos dan tak punya pengalaman soal berkencan namun, setelah aku mengenal yonghwa ini terasa berbeda. Dia mengajariku banyak hal dan pengalaman berkencan untuk pertama kalinya buatku. Tapi aku malu untuk mengungkapkannya. Bagaimana dengan perasaannya? Apakah ia juga sama?? Sejujurnya aku menunggunya untuk mengungkapkannya lebih dulu? Eotteokhe??”.

“apa kau mau agar aku yang bicara dengan yonghwa?? Aku tidak akan bilang kau menyukainya? Aku hanya memancingnya saja apakah ia benar menyukaimu atau tidak? Eoh?? Jadi kau jangan sedih lagi?”, siwon mengelus pundak seohyun untuk menghiburnya sekaligus memberikan solusi yang ia bisa.

“oppa mau membantuku?? Jinjja?? Apa tidak apa-apa?? Jadwal oppa kan sangatlah padat?”.

“gwenchana… aku akan mengaturnya begitu aku punya waktu luang… sekarang, pulanglah dan beristirahat, kau terlihat sangat lelah”, siwon membelai lembut rambut seohyun yang terurai.

“nde… gomawo oppa. Aku mengandalkanmu”, kata seohyun yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan siwon.

Siwon hanya tersenyum melihat punggung seohyun yang semakin menjauh dari pandangan matanya dengan perasaan bahagia, kecewa dan pasrah atas kegagalan demi kegagalan yang menimpanya.

Flashback with seohyun end

-o0o-

Terlihat seorang yeoja bertubuh ramping dengan memakai t-shirt warna biru serta celana jeans ketat dengan rambutnya yang lurus sepinggang berjalan melewati pintu masuk Ding Dong café dan menghampiri siwon. Membuyarkan semua kenangan dan kejenuhannya selama menanti kekasihnya karena yang di tunggu akhirnya datang juga.

“oppa,, mianhaeyo… jadwalku mundur jadi aku datang terlambat?”, kata nana kemudian duduk berhadapan dengan kekasihnya.

“eoh, wasseo?? Gwenchana ini cuma 30 menit saja, apa kau sedang sakit?”, Tanya siwon yang melihat nana memegangi perutnya “gwenchaneyo??”, siwon mulai kawatir.

“ perutku sakit, sepertinya kram“, jawab anan sambil terus memegangi perutnya.

“kau harus istirahat, atau mau antar ke rumah sakit?”, Tanya siwon

Nana hanya menggelengkan kepalanya, ia terlihat sedikit pucat. Siwon bangkit dari duduknya dan berdiri disamping nana dan memeluknya, mencoba berfikir bagaimana mengobati kram di perut nana serta menguatkan nana yang terlihat lemah dan tak bertenaga.

“sebaiknya kita pulang saja, kau terlihat pucat”, kata siwon yang kemudian memapah nana dalam pelukannya untuk keluar dari café dan menuju mobil siwon yang terparkir di depan gedung café. Di dalam mobil, nana kembali terlihat meringis kesakitan sambil memegangi kembali perutnya. Sementara siwon segera meraih tangan nana dan menggenggamnya erat. “bersabarlah, kita akan segera ke rumah sakit”.

“aniya, kita pulang saja dirumah ada sudah ada obat”, kata nana dengan nada suaranya yang lirih menahan sakit.

Mobil siwon berhenti di tempat parkir sebuah rumah mewah di daerah Cheongju-si, Chungcheongbuk-do tempat kediaman nana. Siwon membukakan pintu mobilnya dan kembali memapah nana dengan memeluknya untuk masuk ke rumah. Sesampainya di rumah, nana langsung menuju kotak obat yang ada di dinding, ia mengambil bebrapa obat. Sementara siwon menuju dapur mencoba mencari gelas lalu mengisinya dnegan air putih yang ada di teko kaca di dapur.

Nana tampak duduk di sofa ruang tamu, lalu siwon memberikan gelas berisi air putih itu pada nana. Nana meminum beberapa butir obat lalu menaruh kembali gelas itu dia atas meja. Kini kondisi nana terlihat lebih tenang, siwon mencoba mengusap keringat yang ada di wajah nana.

“gwenchana??”, Tanya siwon

“gomawo oppa, aku sudah lebih baik daripada sebelumnya. Apalagi kau ada disini bersamaku”, jawab nana lalu balas mengusap kening siwon yang ternyata juga berkeringat, mungkin karena mencemaskan keadaan nana.

Sepertinya sakit kram di perut nana sudah mereda. Wajahnya sudah tak terlihat pucat seperti tadi, hanya memangmasih terlihat lemah. Nana kemudian menyalakan TV sambil bersandar di bahu siwon. Keadaan nana semakin membaik. Ia bahkan sempat mebuatkan teh ginseng untuk siwon hingga tanpa sengaja siwon menumpahkan teh ginseng itu pada nana. Siwon pun sontak mencoba menghindar karena memang teh ginseng itu masih panas .

“gwenchanie?? Mian”, kata siwon sambil memeriksa lengan nana yang tadi sedikit terkena gerakan reflek tanga siwon yang menumpahkan teh ginsengnya.

“gwenchana..”, jawab nana

“sebaiknya kau istirahat di kamar saja”.

“geurae, aku memang sedikit lelah”, jawab nana sambil berdiri, namun ia terlihat sedikit sempoyongan. Akhirnya siwon pun mengantarnya masuk ke dalam kamar. Setelah mengantar nana, siwon pun langsung melangkah kembali ke ruang tamu.

“oppa?? Mau kemana?”, Tanya nana

“aku akan membersihkan meja kemudian pulang supaya kau bisa beristirahat”.

“oppa aku tidak mau oppa pergi,,, tinggallah disini sebentar saja sampai aku tertidur. Eoh?”, pinta nana sambil menepuk bantal disebelahnya.

“geurae..”, siwon mendekati nana dan membaringkan tubuhnya di ranjang menghadap nana dan membelainya rambutnya lembut. Nana memeluk siwon erat sambil memejamkan matanya. Siwon menatap nana dalam dekapannya kemudian mencium kening nana. Ciumannya turun ketika siwon melihat bibir kekasihnya yang sexy. Akhirnya siwonn juga mengecup bibir nana dan melumatnya sementara nana hanya diam membalas ciuman siwon. Bibir mereka saling berpagut hingga akhirnya mereka berdua tertidur lelap berpelukan di dalam selimut.

Hari itu mereka larut dalam kehangatan hingga benar-benar terlelap dalam tidur. Nana lelap dalam pelukan siwon seperti layaknya seorang bayi dalam dekapan ibunya.

 

FIN

 

Sebelumnya maaf ya buat siwonest karena nasib siwon disini jadi ngenes banget gegara saya. *bow*

4 thoughts on “[FF] STORY OF MY LOVE

  1. Ping-balik: [FF Freelance] Story Of My Love | Read Fan Fiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s