[FF] COMPLETE

nayunita-complete

Tittle      : Complete

Author  : Seo Na Hyun (@hyunita801)

Length  : Vignette

Genre   : Romance, Fluff, AU

Main Cast : Siwon Super Junior and Yoona SNSD

Disclaimer : cast milik Tuhan YME dan keluarganya. Ide cerita murni imajinasiku.

*Mian banyak typo bertebaran, mian juga kalo ceritanya gak menarik* no silent readers please*

 

I have changed a lot due to time but I won’t let go of your hands

It’s going to be your last love forever so lean on me

To make my love complete

You make my life complete

(Snsd – complete)

 

Udara perbukitan terasa sangat sejuk meski matahari bersinar tepat diatas kepala. Warna warni bunga mawar mekar makin menambah keindahan alam yang sudah sempurna ini. Namun wanita ini tetap saja memintaku untuk menemaninya berjalan-jalan di sekitar paviliun. Aku juga baru menyadari jika disamping paviliun ini ada sebuah kolam ikan yang berisi ikan koi. Yoona namanya, wanita yang  sangat aku cintai apapun keadaannya. Wanita yang kunikahi belum genap 1 minggu itu memang lemah, dia mempunyai penyakit bawaan dari kecil yaitu lemah jantung. Seringkali ia terlihat pucat karena menahan sakit yang ia derita, aku pun juga sangat sakit ketika melihatnya seperti itu. Aku berusaha untuk menguatkannya, memberinya semangat untuk tetap bertahan hidup demi aku, keluarga dan orang-orang yang disayangi dan sangat menyayanginya.

Yoona terlihat senang sekali ketika aku menemaninya untuk berkeliling. Sesekali ia menatapku  atau menggenggam jemari tanganku. Akupun menikmati setiap hal yang ia sampaikan. Setiap perhatian yang masih ia coba berikan meski keadaannya sekarang benar-benar membuatku merasa sedih. Seandainya saja aku bisa memberi sebuah keajaiban. Aku selalu berdoa agar istriku selalu diberikan kesehatan serta umur panjang agar ia bisa bersama orang-orang yang ia sayangi.

Yoona tampak senang melihat ikan koi yang berenang bebas di kolam kecil itu. Aku menatap yoona lekat, melihatnya yang asik memberi makan ikan koi. Kulihat dia tertawa kecil lalu menggenggam erat jemari tanganku. Akupun hanya bisa tersenyum melihatnya bahagia.

“apa kau bahagia?”, tanyaku

“kalau oppa? Apa oppa bahagia menikah dengan wanita penyakitan sepertiku? Apa oppa tidak menyesal?”, Tanya yoona tanpa menatap kearahku

“aku sangat bahagia, bahagia ini tidak ternilai dengan apapun di dunia ini, aku mencintaimu apa adanya. Tidak peduli bagaimana kondisimu, aku tidak ingin lagi membahas itu lagi. Bukankah tujuan kita ke jeju untuk bersenang-senang?”, jawabku dengan mencekeram dua bahunya agar ia menatap mataku dan melihat ketulusan itu.

“oppa mian, aku tidak bermaksud…”.

“sssttt….”, jari telunjukku mendarat dibibirnya bermaksud agar ia berhenti untuk berbicara seperti itu lagi. “gwenchana, tapi aku tidak mau mendengar itu lagi. Nde??”.

Lalu kupeluk tubuh kurus istriku itu. Kami berjalan menyusuri jalanan kecil yang digunakan untuk wistawan menikmati keindahan lembah Pulau jeju yang sangat eksotis itu.

Desir angin terasa begitu lembut ditelingaku, hawa sejuk pun langsung merambat begitu kami samapi di sebuah gazebo kecil yang berada tepat di tepi jurang. Dari gazebo itu kami memandang lepas ke hutan yang berada di lembah. Langit sangat cerah, matahari masih gagah bersinar sementara beberapa wisatawan tampak sibuk memotret pemandangan yang mengagumkan itu. Aku sangat bahagaia melihatnya memiliki semangat hidup lagi. Kemudian aku teringat akan cerita dari ibunya yang bilang kalau wanita dalam dekapanku ini dulunya suka menyendiri didalam kamarnya dan berkata hanya akan menunggu takdirnya untuk pergi dari dunia ini. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk merubah hidupnya dengan segenap cinta yang aku miliki.

Tiba-tiba tubuh yoona terasa menggigil, aku pun segera merapikan sweater yang ia pakai agar merasa lebih hangat. Angin  berhembus lebih kencang di sisi bukit ini. Akupun segera mengajak yoona untuk kembali ke pavilion. Namun yoona menolaknya. Ia ingin aku menemaninya berkeliling. Lalu yoona mengeluarkan Sesuatu dibalik sakunya.

“simpanlah batu ini’”, ucap yoona sambil mengeluarkan sebuah batu berwarna putih dengan garis lurus berwarna merah dari saku bajunya.

“bukankah kau bilang ini adalah batu keberuntunganmu, kenapa kau ingin memberikannya padaku?”, jawabku

“iya, aku pernah menceritakannya pada oppa kan? Saat aku menemukan batu unik ini, hari-hariku juga berubah penuh dengan keceriaan dan juga bertemu denganmu oppa yang mengubah hidupku, sejak itu aku percaya batu ini ajaib dan aku selalu membawa batu ini kemanapun aku pergi dan kini aku ingin oppa menyimpannya untukku”, ucap yoona

“aku tak bisa menerimanya….”

“tolonglah, aku ingin batu ini kini bersamamu karena oppa orang yang tepat untuk memilikinya”, kata yoona menyisipkan batu itu di genggamanku.

Akupun menerima batu kecil berwarna puih yang sangat indah itu.

“baiklah, kalau kau memaksa akan kusimpan dengan baik batu ini. Semoga keberuntungan juga selalu bersama kita”.

Kami pun melanjutkan berkeliling menuju sebuah taman. Pohon-pohon yang tumbuh di tepi jalan menuju taman membuat suasana tampak begitu asri. Bunyi kicau burung juga menambah kesejukan alam yang membuatku semakin merasa sangat nyaman berada di pulau yang indah ini tentunya bersama dengan kehadiran yoona disisiku.

Tiba-tiba kulihat yoona meremas bagian dadanya yang sepertinya kesakitan ditambah lagi sebuah noda merah yang keluar dari hidungnya.

“gwenchaneyo? Yoong?”, tanyaku khawatir sambil memeriksanya.

“gwenchana, mian hanya mimisan sedikit”, ucapnya lalu mengusap bercak darah yang tertinggal di hidungnya.

“sebaiknya kita pulang, kau harus istirahat”, kataku yang hendak memaph wanita ini.

“gwenchaneyo, geokjeongma… aku masih ingin berkeliling disini”.

“yoong, aku tak ingin sesuatu terjadi padamu, kita harus kembali ke rumah”, tanpa ia pinta aku segera berjongkok bermaksud agar yoona naik dipunggungku. Awalnya yoona menolak dan masih bersikukuh ingin tetap berada disana namun setalah sedikit kupaksa akhirnya yoona menyerah juga dan segera naik diatas punggungku.

Sesampainya di pavilion segera kurebahkan tubuh istriku diatas ranjang kami, ku lihat wajahnya sedikit pucat. kemudian ku ambil beberapa butir obat yang ada di atas nakas dan segera meminumkannya pada yoona. Setelah itu kurapikan selimutnya agar tubuhnya terasa lebih hangat, ku belai lembut puncak kepalanya dengan penuh kasih sayang sesekali juga kukecup kening istriku itu.

“oppa, mian aku selalu merepotkanmu”, kata yoona lirih

“aniya, merepotkan apa? Aku tidak merasa direpotkan? Aku senang kalau aku bisa membantumu. Karena aku mencintaimu”.

Yoona hanya menatapku lalu memjamkan matanya. Wajahnya yang terlihat pucat itu masih menampakkan kecantikan alaminya. Tubuhnya mungkin tak lagi segar seperti pertama aku melihatnya. Namun, ia tetap terlihat sangat mempesona . setelah memastikan ia tertidur, aku pun beranjak keluar agar yoona dapat beristirahat. Namun, baru saja aku bangkit, yoona menarik tanganku lalu membuka matanya.

“kau belum tidur?”, tanyaku yang kemudian dibalasnya dengan anggukan kepalanya.

“oppa mau kemana?  Kemarilah”, kata yoona dengan kedua matanya yang menunjuk bantal disebelahnya. Yoona ingin agar aku menemaninya. Tidur disampingnya.

“geurae”, kataku singkat kemudian merebahkan tubuhku disebelah yoona dan memeluknya dalam dekapanku.

o0o

Matahari yang terbit terlihat jelas dari kaca jendela kamar paviliun kami. Ku lihat yoona masih terlelap disampingku. Aku tak ingin membangunkannya dan akupun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, kulihat yoona tampak masih lelap dengan posisi yang sama seperti saat pertama kali ku buka mata pagi ini. Aku putuskan untuk keluar sebentar bermaksud memberikan yoona sebuah kejutan.

15 menit berlalu

Saat aku kembali membawakan buket bunga favorit yoona, ia masih saja terlihat dengan posisi yang sama seperti saat kutinggalkan tadi. Kuputuskan untuk membangunkannya karena hari sudah siang tanpa kecurigaan sedikitpun.

“Chagiya, yoongieya… bangun, kau ingin kita terlambat ke pantai jungmun hari ini? Ppaliwa…”, aku menggoyang-goyangkan tubuhnya agar ia segera bangun dari tidurnya lengap dengan buket bunga yang kusimpan dibalik punggungku. Namun, yoona tak bergeming ataupun bergerak sekalipun. Pikiran negative mulai menjejali otakku.

Jangan-jangan…

Andwae…

Buket Bunga yang kupegang dibalik punggungkupun kubiarkan jatuh bebas di lantai. Aku sudah tak mempedulikan apapun lagi, dipikiranku saat ini hanya satu yaitu istriku yoona yoona dan yoona. Aku masih tidak percaya, ku coba menggoncangkan tubuhnya berkali-kali berharap ia akan segera membuka matanya.

“yoong, andwae.. yoong bangun, kau tidak akan meninggalkanku kan yoong? YOOOONNGG”, teriakku

Namun nihil. Yoona benar-benar tak sadarkan diri. Aniya, pergi meninggalkanku sendirian. Hatiku terpukul, krystal bening pun perlahan keluar dari pelupuk mataku. Tak bisa lagi membendung sedih yang amat kurasakan. Ku peluk erat tubuh istriku yang sudah tak berdaya ini.

“yoong…gajima…jebal gajima… jebal… yoongie…”.

.

“oppa… siwon oppa bangun”.

Sebah suara membuatku terbangun. Saat ku buka mata kulihat yooona disampingku. Ku peluk ia erat membuatnya bertanya-tanya padaku.

“oppa, kau sedang bermimpi? kau mimpi apa? Kau menangis? Dan kau juga mengigau memanggil namaku? Apa oppa bermimpi saat aku benar-benar pergi dari dunia ini?”, tanyanya

Sementara aku tak menjawab pertanyaan dari yoona dan masih saja memeluknya serta membelainya lembut seakan tak ingin melepasnya

“gomawo… gomawo masih ada disisiku saat aku membuka mataku. Gomawo yoong”, kataku

“mimpi oppa pasti akan jadi kenyataan. Hanya saja kita tak tahu kapan saat itu dat….” Belum sempat yoona menyelesaikan kata-katanya, aku segera mengunci mulutnya dengan mulutku. Aku tak ingin yoona mengucapkan hal yang tak ingin aku dengar. Sementara yoona hanya pasrah menikmati setiap lumatan yang aku berikan dibibir manisnya.

Aku bersyukur bahwa semua itu hanya mimpi. Aku belum siap sepenuhnya jika saja yoongie benar-benar pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya.

Inilah takdirku. Aku tidak bisa menyalahkan siapapun tentang kondisi yoona. Satu-satunya keinginan yang kini ada dihatiku hanyalah membuat yoona merasa bahagia, meski mungkin waktunya tak lama lagi di dunia ini. Aku sangat bersyukur Tuhan mempertemukanku dengan bidadari cantik seperti yoona disisiku. Memberikan waktuku untuk menemani hari-harinya. Aku tidak butuh apapun didunia ini. Asalkan bersama yoona semua terasa lengkap.

 

FIN

 

 

 

37 thoughts on “[FF] COMPLETE

  1. ini ff genre sad apa happy masi gantung niee autor cerita.a
    Aqu kira yoona bener2 mati sakit liat.a dan syuqurlah hanya mimpi klwpun ff ini di lanjutin secepat.a neehh . Dan hruss happy ending . Kkkk #maksa .
    Gomawooo🙂

  2. ђαϑϱђ (¬˛¬) dikira yoona meninggal,, untg cuma mimpi,,, tp masi gantung Saeng ending na,, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮•⌣•ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮ fell na dpt dtggu ff na yg lain fighting (҂’̀⌣’́)9

  3. Hiks hiks kasian yoona eonnie
    Kirain td meninggal beneran
    Ayo dong chingu buat lanjutannya,misalnya yoona dpt donor jantung gtu kek yg penting dy ttp sm siwon oppa🙂

  4. Oke.. Aku gasuka ff kalo yg sakit2an gini.. Suka sedih trus kepikiran hahaha
    Masih gantung kaya hubungan aku~ hahahaha
    Sequel juseyo^^ kekeke~
    Yoonwon jjang!!!

  5. untung itu cuma mimpi siwon,,,huft… agak lega yoona gak meninggal,,, tapi tetep aja berasa agak gantung ceritanya >< ditunggu karya ff nya yang lain😀

  6. Kirain beneran ternyata mimpi tp hal itu bakal trjd mengingat penyakit yoona yg parah😦
    Sedih bgt cih nie crita, chingu bikin lg ff yoonwon yg happy ending donk jebbal😦

  7. Kirain bneran yoona meninggal tapi ternyata cma mimpi siwon doank dan yg pasti mreka ttep bersatu, kalo boleh bikinin sequel ny doank ttng mariage life yoonwon..

  8. aigooo,,,,
    author bikin jantungan aja nech subuh2 bgni,,,

    menurut critany,brarti siwon oppa bakal jdi duda nech,,,
    oppaa,,,aq siap mnunggu duda mu,,,,:D
    #plaaakkk,,,,
    ditabok yoona,,,,

  9. Alhamdulillah endingnya gantung. Kkk~ . Aku Kirain endingnya yang Yoong eonni meninggal. Ternyata hanya mimpi.
    Berharap ada sequelnya.
    Fighting~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s